Rabu, 24 April 2013

Rational Emotive Therapy



              Dalam konseling ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan oleh seorang konselor untuk untuk membantu memberikan layanan kepada klien mengenai permasalahanya. Salah satunya adalah Layanan Konseling dengan pendekatan Rational Emotive Therapy (RET), Nahloh penasaran kan dengan apa yang gua maksut dengan RET? Haha pantenging terus dhe layar lu pada :)
A.    Pengertian Pendekatan Konseling Rational Emotive Therapy (RET)
Menurut Andi Mappiare, Rational Emotive Therapy (RET) adalah suatu rancangan terapeutik dalam konseling atau psikoterapi.[1] Kemudian W.S. Winkel dalam bukunya Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan memberikan pengertian Rational Emotive Therapy adalah corak konseling yang menekankan kebersamaan dan interaksi antara berfikir dengan akal sehat, berperasaan, dan berperilaku, serta sekaligus menekankan bahwa suatu perubahan yang mendalam dalam cara berfikir dapat menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara berperasaan dan berperilaku. Maka, orang yang mengalami gangguan dalam alam perasaannya, harus dibantu untuk meninjau kembali caranya berfikir dan memanfaatkan akal yang sehat.[2]

Teori ini kembangkan pada tahun 1950-an oleh Albert Ellis, seorang ahli clinical psychology (psikologi klinis).[3] Dalam Rational Emotive Therapy ini mementingkan berfikir rasional sebagai tujuan terapeutik, menekankan modifikasi atau pengubahan keyakinan irasional yang telah merusak berbagai konsekuensi emosional dan tingkah laku. Atau secara ringkasnya seorang klien didukung untuk menggantikan ide-ide yang tidak rasional dengan ide yang lebih rasional untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam hidupnya.[4]
                              Adapun tujuan utama Rational Emotive Therapy ini adalah menghilangkan kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, dan ketidakyakinan diri. Dan untuk mencapai perilaku yang rasional, kebahagiaan, dan aktualisasi diri.[5] Dalam konseling rational emotive, seorang konselor harus menempatkan dirinya sebagai seorang pribadi yang lebih aktif untuk menelusuri masalah yang dihadapi seorang klien.

B.    Teknik-teknik yang digunakan dalam Rational Emotive Therapy (RET)
Sebagaimana telah diuraikan dimuka bahwa inti dari konseling rasional emotif adalah menghilangkan cara berfkir yang tidak logis yang dapat menimbulkan gangguan emosional.
Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan berberapa teknik konseling rasional emotif sebagai berikut:[10]
a.       Teknik pengajaran
Dalam konseling rasional emotif konselor mengambil peranan lebih aktif dari klien. Maka dari itu teknik pengajaran disini memberikan keleluasaan kepada konselor untuk berbicaara serta menunjukkan sesuatau kepada klien, teruatama menunjukkan bagaimana ketidaklogisan berfikir itu secara langsung menimbulkan gangguan emosional kepada klien.
b.      Teknik konfrontasi
Dalam teknik konfrontasi ini, konselor menyerang ketidaklogisan berfikir klien dan membawa klien kearah berfikir logis empiris.
c.       Teknik persuasif
Teknik persuasif, yaitu meyakinkan klien untuk mengubah pandangannya, karena pandangan yang ia kemukakan itu tidak benar. Konselor langsung mencoba meyakinkan dan mengemukakan berbagai argumentasi untuk memunjukkan apa yang diannggap oleh klien benar tidak bisa diterima atau tidak benar.
d.      Teknik pemberian tugas
Dalam teknik ini konseor menugaskan klien untuk mencoba melakukan tindakan tertentu dalam situasi nyata. Teknik ini bisa dilakukan dengan menugaskan kepada klien untuk bergaul kepada anggota masyarakat kalau mereka merasa dikucilkan dalam pergaulan, membaca buku untuk memperbaiki kekeliruan cara berfikirnya

Senin, 01 April 2013

Terapi Humanistik Eksistensial

Pengertian Terapi Humanistik Eksistensial
Psikoterapi yang menekankan pengalaman subjektif individual kemauan bebas,serta kemampuan yang ada untuk menentukan satu arah baru dalam hidup. Tokoh pelopor Terapi ini adalah Victor Frankl, Rollo May, Irvin Yalom, James Burgental & Medard Boss.

Tujuan
Untuk membantu menemukan makna diri kehidupan manusia, nilai, tujuan. Juga diarahkan untuk membantu klien agar lebih sadar bahwa mereka membuat pilihan hidup yang memungkinkannya dapat mengaktualisasikan diri dan mencapai kehidupan yang bermakna.

Fungsi dan Peran
Mengekspolrasi persoalan2 yang berkaitan dengan ke tak berdayaan, keputus asaan, ke tak bermaknaan, dan kekosongan eksistensial serta berusaha memahami keberadaan klien dalam dunia yang dimilikinya.

Konsep Utama
Menurut Gerald Corey, (1999) ada beberapa konsep utama dari pendekatan eksistensial yaitu :
1. Kesadaran diri
    Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikie dan memutuskan.
2. Kebebasan, Tanggung Jawab, & Kecemasan
    Kesadaran atas kebebasan dan tanggung jawab dapat menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemunkinan yang tak terhindarkan untuk mati.
3. Penciptaan makna
    Manusia itu unik, dalam artian bahwa dia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai2 yang akan memberikan makna bagi kehidupannya.

Kelebihan
Terapi ini membuat klien merefleksikan hidup, mengenali banyak pilihan, menentukan antara pilihan2 dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

Kekurangan
Salah satu konsep eksistensial yang paling ditentang oleh kalangan psikologi "ilmiah" adalah kebebasan individu untuk menjadi apa yang diingikannya. Jika benar maka konsep ini sudah pasti meruntuhkan vakiditas psikologi yang berpangkal pada konsepsi tentang tingkah laku yang sangat detministik.

Sumber
Gerald Corey, 1999. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung : PT.Eresku

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:kvp4rFkop8wJ:repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28465/3/Chapter%2520II.pdf+&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESifq0TMy3ciAYmCJ5FwXO4FoWImfF8H2tQkwE2N6oKFcI1Kb4S9rgVaR3J8QrCWP5dbh-DTFvZvBK-pwTc4IKd1ODYgrrhaGDWS5eKMKQ4HOSrYY2PpSF2LRSHsfTElngFnmV3p&sig=AHIEtbSbxNuIaycFhmJ93EH0P-nV-LFiXQ