Pewarisan budaya belajar dapat disamakan dengan
istilah Transmisi kebudayaan. Yakni suatu usaha untuk menyampaikan sejumlah
pengetahuan atau pengalaman untuk dijadikan sebagai pegangan dalam meneruskan
estafet kebudayaan. Dalam hal ini tidak ada suatu masyarakat yang tidak melakukan
usaha pewarisan budaya. Usaha pewarisan ini bukan sekedar menyampaikan atau
memberikan suatu yang material, melainkan yang terpenting adalah menyampaikan
nilai-nilai yang dianggap terbaik yang telah menjadi pedoman yang baku dalam
masyarakat.
Akulturasi budaya belajar. Akulturasi
sudah ada sejak dulu dalam sejarah budaya manusia. Akulturasi timbul sebagai
akibat adanya kontak langsung dan terus-menerus antara kelompok-kelompok
manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan
adanya suatu perubahan kebudayaan yang asli dari kedua masyarakat bersangkutan.
Akulturasi budaya belajar dapat terwujud melalui kontak budaya yang bentuknya
bermacam-macam antara lain : pertama, kontak budaya belajar bisa terjadi antara
seluruh anggota masyarakat atau sebagian saja, bahkan individu-individu dari
dua masyarakat. Kedua, kontak budaya belajar berjalan melalui perdamaian
diantara kedua kelompok masyarakat yang bersahabat, maupun melalui cara
permusuhan antar kelompok. Ketiga, kontak budaya belajar timbul diantara
masyarakat yang mempunyai kekuasaan, baik dalam politik maupun ekonomi.
Asimilasi
budaya belajar. Asimilasi adalah proses sosial yang timbul
saat ada:
·
Golongan manusia dengan latar belakang budaya yang
berbeda.
·
Saling bergaul langsung secara intensif dalam waktu
yang lama.
·
Kebudayaan golongan tadi masing-masing berubah
sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujud menjadi
unsur budaya campuran.
Biasanya golongan minoritas lah yang mengubah sifat
khas dari unsur budayanya dan menyesuaikan dengan dengan budaya dari golongan
mayoritas sampai kehilangan budaya pribadinya dan masuk dalam kelompok
mayoritas. Asimilasi budaya pada dasarnya proses saling mempelajari pola budaya
belajar antar individu dan kelompok sehingga dapat mengembangkan budaya belajar
masing-masing. Karena berkaitan dengan perubahan, maka awalnya melakukan
identifikasi pola budaya belajar diantara yang sedang berasimilasi untuk
kemudian dilanjutkan bersama-sama dalam bentuk perumusan dan tindakan budaya
belajar secara konkrit.
Dampak perubahan budaya belajar. Dampak perubahan budaya belajar dalam kehidupan dapatlah kita amati
dalam kejadian sehari-hari dilingkungan kita. Kita ketahui bersama bahwa
pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan ini pada dasarnya adalah proses
perubahan dari luar. Perubahan melalui pembangunan berkonsekuensi pada
perubahan pada pola dunia belajarnya. Setiap individu atau kelompok masyarakat
menginterpretasikan sulitnya kehidupan dan semakin ketatnya persaingan yang
menjadi individu atau kelompok sosial mengubah pola budaya belajar dalam
kehidupannya. Respon perubahan budaya belajar pada suatu masyarakat dengan
tingkat kebudayaannya memilki cara yang berbeda dalam menanggapi perubahan.
Cara tersebut didasarkan pada perbedaan dalam latar belakang karakter budaya
masing-masing berikut dengan ciri khasnya. Sebagai mana dipahami, latar belakang
budaya yang diartikan sebagai model pengetahuan, pada dasarnya difungsikan
untuk menginterpretasikan pengalaman dan lingkungannya serta yang mendorong
terwujudnya suatu kelakuan. Penetrasi budaya belajar adalah penyebab budaya
belajar individu atau kelompok sosial dapat berubah yang disebakan oleh kontak
dengan dunia luar. Penetrasi budaya adalah proses penerimaan suatu unsur
kebudayaan dari luar. Unsur yang datang dari luar secara perlahan ikut
menyertai atau membonceng dalam suatu saluran yang dianggap sebagai saluran
umum, kemudian secara perlahan unsur tersebut masuk dan mengubah budaya belajar
atau sebagian budaya belajar yang hidup dalam suatu masyarakat.
http://www.imadiklus.com/2012/04/kajian-antropologi-teknologi-pendidikan-kasus-transmisi-budaya-belajar.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar